Selasa, 19 Mei 2009

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKOMOTORIK MASA KANAN-KANAK SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEDIDIKAN.

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

RESUME KE 7 / PERTEMUAN 9
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKOMOTORIK MASA KANAK – KANAK, ANAK, REMAJA, DAN DEWASA DAN IMPLIKASI NYA DALAM PENDIDIKAN.




OLEH
FUJI LESTARI
NIM : 0800621
S-1 PEND. TEKNIK ELEKTRO







JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNIK DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKOMOTORIK MASA KANAN-KANAK SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEDIDIKAN.
Karakter, yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika pen laku, konsisten atau teguh tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
Perkembangan merupakan suatu perubahan, dan perubahan ini tidak bersifat kuantitatif, melainkan kualitatif. Perkembangan tidak ditekankan pada segi materiil, melainkan pada segi fungsional. Dari uraian ini perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan kualitatif dari pada fungsi-fungsi.
a. Perkembangan fisik
Fisik atau tubuh manusia merupakan sistem organ yang kompleks dan sangat mengagumkan. Semua organ ini terbentuk pada periode pranatal (dalam kandungan). Berkaitan dengan perkembangan fisik ini Kuhlen dan Thompson (Hurlock, 1956) mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu (1) Sistem syaraf, yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi; (2) Otot-otot, yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik; (3) Kelenjar Endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan, yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis; dan (4) Struktur Fisik/Tubuh, yang meliputi tinggi, berat, dan proporsi.Awal dari perkembangan pribadi seseorang asasnya bersifat biologis. Dalam taraf-taraf perkembangan selanjutnya, normlitas dari konstitusi, struktur dan kondisi talian dengan masalah Body-Image, self-concept, self-esteem dan rasa harga dirinya. Perkembangannya fisik ini mencakup aspek-aspek sebagai berikut:
b. Perkembangan perilaku psikomotorik
Perilaku psikomotorik memerlukan koordinasi fungsional antara neuronmuscular system (persyarafan dan otot) dan fungsi psikis (kognitif, afektif, dan konatif).
Loree (1970 : 75) menyatakan bahwa ada dua macam perilaku psikomotorik utama yang bersifat universal harus di kuasai oleh setiap individu pada masa bayi atau awal masa kanak-kanaknya ialah berjalan (walking) dan memegang benda (prehension). Kedua jenis keterampilan psikomotorik ini merupakan basis bagi perkembangan keterampilan yang lebih kompleks seperti yang kita kenal dengan sebutan bermain (playing) dan bekerja (working).
Dua prinsip perkembangan utama yang tampak dalam semua bentuk perilaku psikomotorik ialah (1) bahwa perkembangan itu berlangsung dan yang sederhana kepada yang kompleks, dan (2) dan yang kasar dan global (gross bodily movements) kepada yang halus dan spesifik tetapi terkoordinasikan (finely coordinated movements).
Pada saat yang sama, kalau pada fase sebelumnya, anak perlu menciptakan sense of identity sebagai seorang manusia dan kepercayaan untuk melakukan eksplorasi
sendiri, maka pada fase ini yang harus diciptakan adalah identitas diri macam apa, terutama sehubungan dengan jenis kelamin mereka. Seperti mang Jeha bilang,anak belajar menjadi lelaki atau perempuan bukan hanya dari alat kelamin tapi juga dari perlakuan sekeliling pada mereka. Fase inilah konon yg berperanan besardalam menentukan identitas ini karena pengaruh kelamin mulai dirasakan secara psikologis: Anak lelaki menjadi lebih sayang pada ibu dan tidak begitu senangpada bapak sementara anak perempuan menjadi dekat bapak dan merasa disaingi ibu. Anak-anak kecil menjadi sayang guru TKnya. Orang tua tidak perlu
khawatir dengan hal ini karena hal ini memang normal, malah kalau anak dimarahi bisa-bisa menjadi "Guilty", merasa bersalah akan identitas kelaminnya.Apa hasil dari fase ini bila dilewati dengan sukses? "A sense of Purpose" kata Erik Erikson. Anak menjadi tidak terganggu dengan perasaan bersalah. Anak bisamenentukan apakah mereka mau menjadi seperti ayah/ibu (biasanya ya) tanpa perasaan bersalah dan anak tidak akan mengalami banyak kegelisahan karena merasatidak dimengerti.Apa yang bisa dilakukan ortu untuk merusak fase ini? Banyak dan contohnya adalah dengan merampok masa bermain anak dengan menyuruh mereka belajar lebihdulu dari teman-teman seumur . Anak mulai didisiplinkan untuk menghafal angka, abjad dan menulis bagus supaya lebih pandai dari yg lain. Kalau boleh jujur,yang disamarkan dengan mengharapkan masa depan anak yg baik.
Yang terjadi sesungguhnya adalah mengambil masa "fun" dari anak-anak sehingga emosi, kesenangan dan penjelajahan yang hanya tumbuh pada masa bermain ini
tidak pernah tumbuh matang. Masa awal anak-anak yang penuh imajinasi, ketika anak-anak / individu memasuki tahun-tahun sekolah dasar, mereka mengarahkan energi mereka pada
penguasaan pengetahuan & keterampilan intelektual. Tertarik pada bagaimana sesuatu diciptakan & bagaimana sesuatu itu bekerja.
Orang tua / guru memberikan antusiasme pada daya tarik anak / siswa pada kegiatan-kegiatannya, untuk mendorong bangkitnya rasa tekun anak / siswa. Sekolah
menjadi sangat penting karena guru yang peka & bertanggung-jawab dapat merevitalisasi rasa tekun siswa didik.

2.1.2 Perkembangan Motorik
Pada masa bayi terlihat reaksi spontan yang berulang-ulang dilakukan dan tidak terkordinir, lama kelamaan menjadi efektif, sedangkan perubahan yang bersifat massal ke gerakan-gerakan yang khusus terbatas sampai pada penggunaan jari-jari sesuai dengan fungsinya. Berbagai macam gerakan motorik pada bayi antara lain :
1. Tahapan merangkak
2. Tahapan duduk dan berjalan
3. Kegiatan bayi pada umur enam bulan
Kegiatan bayi pada umur enam bulan antara lain : tidur terlentang, mengangkat kepala sebentar, mendorong dengan kaki, kaki bergerak kalau dimandikan dalam bak air, mencoba merangkak kalau tidur tengkurap, dengan mata mengikuti gerak badan, bermain dengan jari-jari tangan sendiri, mencoba menangkap benda yang ada di mukanya, mendengarkan bunyi-bunyian, dan mencoba untuk mencarinya sambil memalingkan kepalanya kearah datangnya bunyi tersebut.
4. Kegiatan yang dilakukan dalam priode tertentu
Kegiatan yang dilakuakn dalam periode tertentu antara lain : merangkak (7-12 bulan), berdiri (9-12 bulan), berjalan (10-20 bulan), naik tangga (1-2 tahun), turun tangga (3-4 tahun), minum dari cangkir tanpa pertolongan (16-30 bulan), mengunyah makanan (14-24 bulan), makan dengan sendok tanpa kececeran (16-26 bulan), melepaskan kaos kaki (12-18 bulan), dan lain – lain.
5. Tahapan kemampuan bayi
Kemampuan bayi setelah melahirkan dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu :
• 4 minggu, bereaksi terhadap suara-suara tenggorokan
• 6 minggu, menoleh ke kanan/kiri tersenyum spontan
• 6-10 minggu, mendekur-dekur monoton
• 3 bulan, mengangkat kepala dan bahu bila tengkurap
• 4 bulan, menguasai gerakan tangan (dua tangan serentak), menaruh benda-benda dan menoleh kearah suara

• 5 bulan, tengkurap sendiri, mencoba meraih benda jauh, dan mengoceh mengulang-ulang
• 6 bulan, duduk dengan sandaran minimal mengambil mainan dari meja, menepuk-nepuk dan menggoyang- goyang, dan mengoceh berkali – kali
• 7 ½ Bln Duduk sendiri, mencoba merangkak Dapat makan biscuit sendiri Dapat mengucapkan suku kata tunggal
• 8 Bln Merangkak Memindahkan mainan ke tangan lain -
• 9 Bln Berdiri sambil berpegangan Menarik badan ke atas Meniru dan nada irama dari suara yang di dengar
• 10 Bln Berjalan sambil berpegangan Dapat menjepit
• 1 Thn Menarik badan ke atas hingga berdiri dan menahan badan lagi Bertepuk tangan dapat menunjukkan keinginan tanpa menangis Perkataan : MAMA
• 14 Bln - Menaruh benda diatas benda lain Tambah perbendaharaan kata
• 15 Bln Berjalan sendiri merangkak naik tangga Minum dari cangkir -
• 18 Bln Lari dengan langkah kaku Menyusun menara dari balok kayu tiga buah Mempunyai perbendaharaan kata 20 perkataan
• 2 Thn Berjalan naik turun tangga dengan sendirian, melompat dari objek rendah Dapat menarik garis lurus dapat melepaskan kaus kaki Mempunyai perbendaharaan kata 250 dan dapat menyusun kalimat
6. Penguasaan Badan
Penguasaan badan, meliputi :
• Mengamati permainan
• Memutar kepala/meluruskan
• Menarik-narik selimut/baju
• Menegakkan kepala ke arah dua belah tangan
• Mengamati permainan yang dipegang
• Dapat membalik badan dari menelungkup menjadi mengadah
• Menarik kepala kedepan
• Duduk beberapa menit
• Dapat menelungkup dan menengadah
• Merangkak
7. Penguasaan Ruang
Penguasaan ruang pada anak terbentuk melalui tiga tingkat, yaitu :
• Uhrraum (ruang permulaan)
Anak-anak pada saat ini mengenal tubuhnya sendiri melalui mulut sebagai alat peraba. Sering kita melihat anak selamanya memasukkan segala sesuatu yang didapatnya ke dalam mulut sebagai satu usaha eksperimen mengenal bentuk dan sifat benda-benda itu. Periode ini berkisar umur 6 bulan.
• Nahraum (ruang dekat)
Daerah ruang yang dijelajahi anak berkisar antara ½ meter dari titik pusat kepala. Barang-barang yang berada disekitar itu diraba dengan tangan (bukan dengan mulut lagi). Periode ini berkisar antara 6 bulan-1 tahun.
• Fernraum (ruang jauh)
Ruang yang dikuasai sesuai dengan kesanggupan berjalan. Pada saat ini anak mulai mengadakan eksploitasi yang lebih luas dan periode ini berkisar umur 1 tahun


KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKOMOTORIK MASA ANAK SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEDIDIKAN.
Karakteristik :
Ketika anak-anak sekolah menghadapi dunia sosial yang lebih luas, mereka lebih tertantang dan perlu mengembangkan perilaku yang bertujuan untuk mengatasi
tantangan-tantangan ini. Anak-anak belajar berbuat terhadap lingkungannya sebelum ia mampu berpikir mengenai apa yang sedang ia perbuat / intelegensi dasardimiliki anak tersebut kelak. Pada tahap ini anak-anak belajar secara praktis dengan keterampilan-keterampilan perseptual, motorik, kognitif dan kemampuanbahasa yang mereka miliki untuk melakukan sesuatu.Atas prakarsa mereka sendiri, anak-anak pada tahap ini beralih ke dunia sosial yang lebih luas.
Pengatur utama prakarsa adalah suara hati, prakarsa dan antusiasme mereka dapat menyebabkan mereka menerima hadiah / hukuman. Muncul pula gejala insight
– learning (melihat situasi problematik, berpikir sesaat, spontan memperoleh pemahaman) dan perilaku-perilaku ranah cipta / kognitif.Perasaan bersalah jika anak tidak diberi tanggung-jawab dan dibuat terlalu cemas, rasa bersalah dengan cepat digantikan oleh rasa berhasil.Rata-rata binatang beberapa saat setelah lahir sudah bisa mandiri. Sebuah tayangan di TV seekor bayi jerapah yg kira-kira 4 jam setelah lahir sudah berusahaberdiri dan lari dengan ibunya. Katanya supaya tidak jadi korban makanan harimau. Bayi reptil begitu menetas sudah bisa berenang dan berlari-lari. Semua bayiini, biarpun sudah bisa lari tetapi mereka tetap bermain-main. Konon, masa bermain ini merupakan masa mereka berlatih, menguatkan tulang dan belajar keahlianyg mereka butuhkan untuk masa dewasa mereka kelak ketika mereka harus mandiri.Untuk manusia, masa kanak-kanak sangat lama, dan ini disebabkan karena keahlian yang harus mereka kembangkan kelak juga jauh lebih rumit daripada sekedar
mencari, menerkam dan memburu makanannya sehingga masa bermainnyapun lebih lama daripada mahluk lain. Bagi Erikson, masa usia 3 sampai 6 tahun, ini adalah fase bermain. Dalam fase inilah anak-anak belajar berfantasi, belajar mentertawakan diri, mulai belajar bahwa ada pribadi lain selain dirinya. Pada fase initerletak fondasi anak untuk menjadi kreatif yang akan menjadi sangat penting pada fase berikut.

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKOMOTORIK MASA REMAJA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEDIDIKAN.
Periode ini individu / anak berpikir intuisif / berpikir mengandalkan ilham, anak-anak berimajinasi memperoleh kemampuan 1 langkah berpikir mengkoordinasi
pemikiran & idenya dengan peristiwa tertentu ke dalam sistem pemikirannya sendiri. Pada tahap ini remaja / individu dihadapkan pada temuan siapa mereka? Bagaimana mereka nantinya? Kemana tujuan mereka?
Menuju dalam kehidupannya => Penjajakan pilihan-pilihan alternatif terhadap peran karir merupakan hal penting.
Pada tahap ini remaja memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara serentak / berurutan 2 ragam kemampuan kognitif.
1. Kapasitas menggunakan hipotesis.
2. Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak, logis dan idealisitk (berpikir tentang pemikiran itu sendiri).
Anggapan dasar seorang remaja akan berpikir hipotesis => berpikir mengenai sesuatu khususnya dalam pemecahan masalah dengan menggunakan dasar yangrelevan dengan lingkungan yang ia respon, memiliki perhatian ke masa depan, etika ideal, dsb.
Guru & orang tua mengetahui bahwa kecerdasan itu melibatkan interaksi aktif antara siswa dengan dunia disekitarnya. Oleh karenanya lingkungan siswa, sepertirumah tinggal, seyogyanya ditata sebaik-baiknya agar memberi efek positif terhadap perkembangan intelegensi anak. Terjadi proses asimilasi (info baru digabungdalam pengetahuan yang ada) => pergolakan kognitif yang tajam.Sekolah sebagai pelatihan-pelatihan intelektual, mempertahankan orientasi-orientasinya pada hal yang komprehensif yang dirancang untuk melatih remaja secaraintelektual seperti kejuruan & sosial, dalam perkembangan fisik, kognitif dan sosial orang tua dan guru harus terus memantau agar meningkatkan kemandirianremaja tertantang secaara intelektual oleh tugas akademis dan menciptakan lingkungan yang positif bagi perkembangan sosial dan emosional sebagai sesuatu yangsecara intrinsik penting dalam sekolah bagi remaja.


KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKOMOTORIK MASA DEWASA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEDIDIKAN.
E.B. Hurlock (1986) mengemukakan bahwa penyesuaian yang sehat atau kepribadian yang sehat (healthy personality) ditandai dengan karakteristik sebagai berikut.
a. Mampu menilai diri secara realities
b. Mampu menilai situasi secara realistik.
c. Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik.
d. Menerima tanggung jawab.
e. Kemandirian (autonomi).
f. Dapat mengontrol emosi.
g. Berorientasi tujuan.
h. Berorientasi keluar.
i. Penerimaan sosial.
j. Memiliki filsafat hidup.
Periode Perkembangan : masa awal dewasa (18/19 - 30 tahun)
- Karakteristik:
Individu menghadapi tugas perkembangan pembentukan relasi yang akrab dengan orang lain, Erikson menggambarkan keakraban sebagai penemuan diri sendiri,tanpa kehilangan diri sendiri pada orang lain.Pada periode ini, individu termotivasi untuk berhasil melalui perkembangan sosial. Pada proses belajar individu membentuk keintiman dalam proses pembentukan identitas yang tetap dan berhasil, jika keintiman tidakberkembang individu mengalami “isolasi” yang membentuk persahabatan yang sehat dan
ketidakmampuan melakukan hubungan sosial individu => frustasi => introspeksi diri untuk menemukan kesalahan.
Introspeksi diri mengakibatkan depresi dan isolasi => menghambat keinginan untuk bertindak atas inisiatifnya sendiri.Oran tua / guru memiliki implikasi penting pada kematangan mereka (kemandirian & kebebasan).Perkembangan emosional, intelektual dan sosial.
Pada usia ini, kita sudah bukan lagi anak-anak atau remaja, tetapi pemuda atau pemudi. Kita sudah dianggap dewasa dan kita dituntut untuk bertanggung jawab penuh atas segala keberhasilan dan kegagalan kita. Tugas kita pada periode ini adalah mengenal dan mengijinkan diri kita untuk mengenal orang lain secara sangat dekat, atau masuk ke hubungan yang intim sedang kegagalan kita akan membuat kita terisolasi atau mengisolasi diri dari sekeliling kita. Keintiman dapat terjadi karena kita telah mengenal diri kita dan merasa cukup aman dengan identitas diri yang kita miliki. Akibat dari rasa aman ini adalah mengijinkan orang lain untuk sharing dengan kita melalui hari-hari dan malam-malam kita, mengenal kelebihan dan kekurangan kita. Jadi, pada pokoknya Intimacy adalah hubungan dua orang yang sudah matang dan mengenal diri masing-masing dan menciptakan suatu kesatuan yang menghasilkan karya-karya yang lebih besar. Periode Perkembangan : masa pertengahan
dewasa (antara pertengahan 20-an tahun sampai 50-an)
- Karakteristik :
Mencakup rencana-rencana orang dewasa atas apa yang mereka harap guna membantu generasi muda mengembangkan dan mengarahkan kehidupan yang berguna melalui generativitas / bangkit.Sebaliknya, stagnasi / mandeg => ketika individu tidak melakukan apa-apa untuk generasi berikutnya.
Memberikan asuhan, bimbingan pada anak-anak, individu generatif adalah seseorang yang mempelajari keahlian, mengembangkan warisan diri yang positif danmembimbing orang yang lebih muda.Tugas kita dalam fase ini adalah mengembangkan keseimbangan antara generativity dan stagnasi. Generativity adalah rasa peduli yang sudah lebih dewasa dan luasdaripada intimacy karena rasa kasih ini telah men"generalize" ke kelompok lain, terutama generasi selanjutnya. Bila dengan intimacy kita terlibat dalam hubungan di mana kita mengharapkan suatu timbal balik dari partner kita, maka dengan generativity kita tidak mengharapkan balasan. Misalnya saja, sebagian sangat besardari para orang tua tidak keberatan untuk menderita atau meninggal demi keturunannya, walau perkecualian pasti ada. Begitu pula dengan orang-orang yangmelakukan pekerjaan sukarela di Salvation Army, Word Vision, Palang Merah, Green Peace dan NGO (Non-Governmental Organization) bisa dikatakan termasuk mereka yang memiliki Generativity ini.
Perkembangan Fisik Mengetahui besarnya bayi dalam kandungan pada waktu tertentu tahap perkembangannya terhitung pada hari pertama menstruasi, terutama dalam ukuran-ukuran panjang dan berat bayi terbagi menjadi :
• 8 Minggu – panjangnya satu inchi
• 12 Minggu – panjangnya tiga inchi
• 16 Minggu – panjangnya enam inchi
• 20 Minggu – panjangnya sepuluh inchi
• 24 Minggu – panjangnya dua belas inchi, dan beratnya lebih ½ Kg
• 28 Minggu – panjangnya lima belas inchi beratnya 1 Kg
• 32 Minggu – panjangnya enam belas inchi dan beratnya 2 Kg
• 36 Minggu - panjangnya delapan belas inchi dan beratnya 2 ½ sampai 2 ¾ Kg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar